Reviu buku The Psychology of Money

 Reviu buku The Psychology of Money

Penulis: Morgan Housel

 


Buku ini diawali dengan kisah dua orang yang memiliki latar belakang pekerjaan berbeda dan memiliki jumlah uang yang berbeda pada akhir hidupnya.

Orang pertama adalah seorang dengan pekerjaan biasa, seorang yang memperbaiki mobil di pom bensin dan menyapu lantai di JC Penny.

Orang kedua adalah eksekutif Merrill Lynch, lulusan Harvard bergelar MBA. Dia masuk dalam daftar pebisnis sukses di bawah 40 tahun.

Coba tebak siapa yang sukses dalam keuangan di akhir kehidupan?

Jawabannya adalah si tukang sapu. Mengapa begitu?

Aku kutip dari buku ini, “mengelola uang dengan baik tidak ada huibungannya dengan kecerdasan Anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku Anda. Dan perilaku sukar diajarkan, bahkan kepada orang-orang yang sangat cerdas”.

Keberhasilan finansial bukan ilmu pastitetapi soft skill dimana perilaku lebih penting dari pengetahuan yang kita miliki.

Buku ini menyebut soft skill tersebut sebagai The Psychology of Money atau Psikologi Uang.

Buku ini menggunakan cerita-cerita pendek untuk meyakinkan mengenai hal tersebut.

Buku ini terdiri dari 20 Bab mengenai ciri terpenting dan paling kontra intuitif dalam psikologi uang.

Di reviu buku ini aku tidak akan menjelaskan semua babnya tetapi aku ambil 5 poin yang menurutku paling penting, tentunya masih banyak poin-poin yang menarik yang tidak bisa aku ceritakan semuanya, silakan teman-teman membaca buku ini, dijamin menarik dan memberikan insight dalam mengelola keuangan dan cara pandang tentang kekayaan.

Menurutku 5 poin terpenting dalam buku ini adalah.

  1. Keberuntungan dan risiko. Bagaimana Bill Gates menjadi kaya.
  2. Penumpukan membingungkan. Sebagian besar kekayaan Warren Buffet datang sesudah ulang tahun ke-65.
  3. Kemerdekaan. Dividen terbesar yang diberikan uang.
  4. Paradoks orang dalam mobil. Dividen terendah yang diberikan uang.
  5. Anda dan Saya. Hati-hati mengambil petunjuk finansial dari orang-orang yang melakukan peemainan yang berbeda dengan Anda.

Mari kita bahas satu per satu.

Poin 1. Keberuntungan dan risiko. Bagaimana Bill Gates menjadi kaya. Bab 2 buku The Psychology of Money.

Keberuntungan dan risiko adalah realitas bahwa semua hasil dalam hidup dipengaruhi kekuatan selain usaha pribadi.

Bagian buku bab kedua buku The Psychology of Money ini menceritakan kisah tentang Bill Gates dan Paul Allen, nama-nama yang terkenal berkat Microsoft.

Bill Gates beruntung menjadi salah satu dari antara sejuta siswa SMA yang punya kombinasi uang dan wawasan untuk membeli komputer serta sekola di Lakeside School.

Gates juga mengakui jika tak ada Lakeside, tak bakal ada Microsoft.

Selain Gates dan Allen, ada satu nama lagi yang menjadi geng anak SMA penyuka komputer, Kent Evans. Bahkan menurut Gates, Evans adalah anak terpintar di kelas. Mereka berdua sering mengobrol di telepon, bahkan Gates pernah berkata bahwa hingga saat ini dia masih ingat nomor telepon teman baiknya itu.

Evans sama ahlinya dalam menggunakan komputer, dia juga punya otak bisnis dan ambisi tanpa batas seperti Bill Gates. Kent Evans bisa saja menjadi salah satu pendiri Microsoft seperti Bill Gates dan Paul Allen, tetapi itu tak terjadi. Kent meninggal dalam kecelakaan ketika naik gunung sebelum lulus SMA.

Peluang meninggal di gunung ketika masih SMA waktu itu kira-kira satu dibanding sejuta.

Bill Gates mengalami keberuntungan satu dibanding sejuta. Kent Evans mengalami risiko satu dibanding sejuta.

Keberuntungan dan risiko sama-sama merupakan realita bahwa tiap hasil dalam hidup dipengaruhi kekuatan-kekuatan di luar upaya individual.

“Dampak kebetulan di luar kendali kita lebih besar daripada tindakan yang sengaja kita lakukan”.

Poin 2. Penumpukan Membingungkan. Bab 2 buku The Psychology of Money.

Warren Buffett menjadi investor yang hebat bukan hanya semata-mata karena keahlian investasinya tetapi karena dia sudah menjadi investor sejak usia anak-anak.

Buffett mulai berinvestasi serius ketika berumur 10 tahun. Waktu berumur 30 tahun, hartanya sudah $1juta atau $9,3juta jika disesuaikan dengan inflasi. Bagaimana jika Buffett adalah orang yang lebih normal, menghabiskan masa remaja dan dewasa muda menjelajah dunia dan melakukan yang dia suka? Kira-kira berapa hartanya hari ini?

Keberhasilan finansial Buffett bisa dihubungkan dengan dasar finansial yang dia bangun sejak kecil dan panjangnya umur yg dia miliki.

Keahliannya adalah investasi tetapi rahasianya adalah waktu.

“Investasi yang bagus belum tentu tentang meraih hasil terbesar, karena hasil terbesar cenderung terjadi sekali-sekali dan tidak bisa diulang. Yang lebih penting adalah mendapatkan hasil lumayan yang bisa diandalkan dan diulang selamanya. Barulah penumpukan bisa menggila”.

Poin 3. Kemerdekaan. Bab 7 buku The Psychology of Money.

“Kendali atas waktumu adalah dividen terbesar yang diberikan uang”.

Bentuk tertinggi kekayaan adalah kemempuan bangun setiap pagi dan berkata, “Saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan hari ini”.

Bab ini menjabarkan salah satu penelitian Angus Campbell, ahli psikologi di University of Michigan. Dalam hasil penelitiannya kesamaan umum yang terkuat dalam kebahagiaan adalah:

Memiliki rasa yakin memegang kendali atas kehidupan sendiri.

Hal itu lebih daripada gaji, ukuran rumah, atau gengsi pekerjaan. Memegang kendali atas apa yang dilakukan, kapan, dengan siapa adalah variabel utama yang membuat orang bahagia.

Selain itu, bab ini juga memaparkan hasil wawancara yang dilakukan ahli gerontologi Karl Pillemer kepada seribu orang lanjut usia, mencari pelajaran-pelajaran terpenting yang mereka dapat dari pengalaman hidup mereka. Tak satupun di antara seribu yang berkata bahwa agar bahagia, kita harus mencoba bekerja sekeras mungkin agar mendapat uang untuk membeli barang-barang yang diinginkan.

Tak satupun di antara seribu yang berkata kita harus memilih pekerjaan berdasarkan perkiraan pendapatan masa depan. Yang benar-benar mereka hargai adalah hal-hal seperti persahabatan bermutu, menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri, dan menghabiskan waktu bermutu tanpa struktur dengan anak-anak.

“Anak-anak Anda tak lebih menginginkan uang Anda (atau apa yang bisa dibeli dengan uang Anda) dibandingkan Anda sendiri khususnya, mereka ingin Anda bersama mereka”.

Poin 4. Paradoks orang dalam mobil. Bab 8 buku The Psychology of Money.

Bagian dalam buku ini menceritakan pengalaman penulis ketika bekerja sebagai pekerja valet.

Orang cenderung berpikir untuk memiliki barang-barang mewah, contohnya mobil mewah. Agar apa? Agar dikagumi, supaya orang lain melihat bahwa kita sudah berhasil, cerdas, kaya, berselera, penting, dan seakan-akan dengan barang-barang mewah itu kita berkata,”hei lihat aku!”.

Ironinya, orang lain jarang melihat pengemudi mobil mewah. Mereka tidak berpikir,”wow orang yang punya mobil itu keren”. Malah mereka berpikir,”wow, kalau aku punya mobil itu, orang akan berpikir aku keren”.

Disadari atau tidak itulah yang dipikirkan orang. Intinya adalah jika rasa hormat dan kagum adalah tujuan Anda, maka kerendahan hati, kebaikan, dan empati akan mendatangkan lebih banyak rasa hormat daripada harga mobil.

Poin 5. Anda dan Saya. Bab 16 buku The Psychology of Money.

Pecahnya gelembung dot-com pada awal 2000an mengurangi kekayaan rumah tangga sebanyak $6,2triliun. Akhir gelembung perumahan menghapuskan lebih dari $8triliun.

Mengapa gelembung terjadi berkali-kali?

Jawaban biasanya adalah bahwa manusia itu rakus. Kerakusan adalah salah satu ciri manusia yang tidak bisa dihapuskan. Menyalahkan kerakusan sebagai penyebab gelembung lalu berhenti di sana berarti melewatkan pelajaran penting mengenai bagaimana dan mengapa orang merasionalkan apa yang sesudahnya tampak sebagai keputusan rakus.

Salah satu alasan gelembung terjadi adalah investor sering mengikuti petunjuk dari investor lain yang melakukan permainan berbeda secara polos.

Gelembung terbentuk bila momentum hasil jangka pendek menarik cukup banyak uang sehingga jenis investornya beralih dari sebagian besar jangka panjang ke sebagian besar jangka pendek.

Selagi trader mengejar hasil jangka pendek, makin banyak trader yang tertarik. Tak lama kemudian penentu harga dominan di pasar yang paling berpengaruh adalah mereka yang cakrawala waktunya lebih pendek.

Trader jangka pendek beroperasi di area dimana aturan investasi jangka panjang, terutama valuasi diabaikan karena tak relevan dengan permainan yang dilakukan. Disanalah hal-hal jadi menarik dan masalah dimulai.

Gelembung menyebabkan kerusakan ketika investor jangka panjang yang melakukan satu permainan mulai mengambil petunjuk dari trader jangka pendek yang permainannya berbeda.

Hal terpenting dalam urusan uang adalah memahami cakrawala waktu Anda sendiri serta tidak terbujuk perbuatan dan perilaku orang yang melakukan permainan berbeda.

Jadi, usahakan mengenali permainan yang Anda lakukan.

 

Oke demikian reviu buku The Psyshologi of Money, semoga kita lebih bijak dalam mengelola keuangan kita.

 

 

Posting Komentar untuk "Reviu buku The Psychology of Money"